java.lang.OutOfMemoryError: Java heap space NetBeans & Tomcat

February 8th, 2010 harta No comments

I found the problem while it is developing software that use large data. Software is built using JEE technology with Apache Tomcat as the server.

Apparently when the run on the console messages Netbean gives java.lang.OutOfMemoryError: Java heap space, after searching in google, this is because of restrictions on the use of memory (the Java Virtual Memory [JVM]) that a computer doing it in java application to wastes no memory .

But because the needs of the application on my end up making changes to the JVM used by Netbeans. After the run was still experiencing the same thing. After an investigation, it changes not only in the JVM do in Netbeans, but it should be done also on the Tomcat server.

Here’s how to change the JVM in Netbeans and Tomcat are used.

To Netbeansnya own applications can be changed at netbeans.conf in the (installation directory) \ (netbeans) \ etc

Set minimum and maximum JVM with the command -J-Xms128m -J-Xmx512m (128 and 521 values can be changed as needed)

To change the JVM for the project created using NetBeans to the File menu, select Project Property (project name), select the Run menu, input the VM option -Xms128m-Xmx512m.

As for changing the JVM in Tomcat server, the NetBeans Tools menu, Servers. Select Tomcat Server, then select the platform and put them on the VM input options -Xms128m-Xmx512m.

Now that your project was created using larger JVM, this modification is very effective for large applications, but are not recommended for small applications, because it will only waste memory resources unnecessarily.

Categories: Java Programming, Troubleshooting Tags:

Peta Persaingan Selular Indonesia

February 4th, 2010 harta 2 comments

Sampai hari ini saya mengamati perkembangan komunikasi,  ada pemikiran yang cukup menggelitik yang membuat saya ingin menuangkan dalam tulisan ini.  Hal ini berawal dari sebuah pertanyaan “Bagaimana peta selular saat ini?”

Untuk menjawabnya mari kita elaborasi…

Saya melihat, persaingan industri selular bermuara pada pekembangan teknologi informasi dalam hal munculnya berbagai jejaring sosial, seperti facebook, twitter dan sebagainya.  Fenomena ini kemudian bergeser pada penggunaan handphone, sebagai perangkat selular, tidak hanya sebagai alat komunikasi suara dan teks, namun juga merambah kepada data.  Hal ini tidak jauh berbeda ketika pada awal kemunculan handphone, walaupun memiliki suara, namun orang lebih senang menggunakan Short Message Service (SMS) ketimbang berbicara langsung.  Dengan SMS mungkin orang akan merasa lebih nyaman dalam menyampaikan maksudnya, dan yang pasti juga akan lebih murah.

Kondisi ini tentu saja mengguntungkan BlackBerry (BB) yang memang sejak awal digunakan sebagai perangkat komunikasi data (Baca Apa yang membuat BlackBerry berbeda).  Dan fenomena ini juga yang membuat munculnya handphone buatan China yang mendompleng kesuksesan BlackBerry.  Lalu bagaimana dengan merek lain? Seperti Nokia yang pada tahun 2008 menguasai 60% pasar selular Indonesia?  Belum lagi iPhone, Sony, LG, Samsung dan sebagainya.

Yang menarik disini, menurut saya, dengan pendekatan BB yang berbeda, maka sesungguhnya berkaitan dengan selular dengan kemampuan akses ke internet, BB tidaklah bersaing dengan produk lain.  Dengan demikian, bisa dikategorikan persaingan selular di Indonesia adalah sebagai berikut

  • BlackBerry
  • Common Phone (Nokia, Sony, iPhone dan Sebagainya)
  • China Phone (Nexian, iThouch dan sejenisnya)

Mengapa iPhone tidak digabungkan dalam segmen BlackBerry?  Memang fitur yang ada iPhone dengan segala kekurangan, memang menghadirkan teknology yang berbeda dengan yang di usung oleh Nokia, LG, Samsung, bahkan O2 dan Palm.  Namun sebenarnya, untuk pasaran Indonesia konsep koneksi data yang digunakan sama saja.  Tidak ada kekhususan dalam penggunaan jaringan data antara perangkat dengan operator.

Mungkin jika di ibaratkan, anda dari Bogor akan Ke Jakarta menggunakan kendaraan Cina, Nokia, iPhone dan BB, kesemua kendaraan tersebut melewati jalan TOL Jagorawi, nah jika jalannya kosong maka waktu sampai akan tergantung dari fitur masing masing kendaraan yang digunakan.  Namun ketika sampai pintu TOL taman mini macet, yang membedakan adalah BB akan di kawal oleh kepolisian, sehingga bisa di artikan dengan BB akan keterjaminan kualitas koneksi jaringan.

Makanya untuk BB, operator akan menyediakan paket koneksi sesuai dengan kebutuhan misalnya hanya chating saja, hanya email saja, atau semuanya.  Dan hal ini juga yang membuat BB bisa menyediakan fitur yang di sebut dengan Push Email dan Blackberry Messanger(BBM).

Seperti saya uraikan di atas dengan kecenderungan orang lebih senang berkomunikasi melalui tulisan (chat) maka, kedepan  akan makin banyak keluar produk produk baik selular maupun Gadget serupa yang akan di dukung dengan koneksi internet mobile.  Akan makin banyak perangkat yang sudah di dukung dengan slot GSM atau CDMA, yang akan digunakan untuk koneksi internet baik dengan HSDPA(3G) maupun EVDO.

Dengan mengamati posisi seperti ini, akan lebih mudah bagi kita dalam memilih, perangkat selular mana yang dibutuhkan?

1. Jika anda ingin selalu mendapat kemudahan dalam Email dan Chat, dengan keterjaminan koneksi yang memadai, jawabanya sudah jelas anda bisa memilih BlackBerry

2. Jika anda mementingkan kualitas namun tidak perlu Email dan Chat sebagai Urgensi anda bisa memilih Nokia, iPhone, LG, Samsung, SonyErricsson dan sejenisnya

3. Jika anda ingin mengutamakan Gaya dan bisa mendapat fitur email dan chat dengan harga terjangkau, anda bisa memilih handphone buatan China

Lalu bagaimana dengan peta persaingannya?

Dengan kondisi saat ini, jika anda seorang pedagang, akan lebih menguntungkan menjual selular buatan China, kenapa?  karena harganya sangat terjangkau, produksinya masal, yang akan mengakibatkan kemudahan dalam mendapatkan aksesoris maupun suku cadang jika terjadi kerusakan.  Namun dengan harga terjangkau, kecenderungan orang akan lebih memilih untuk mengganti handphonenya dengan yang baru daripada di lakukan perbaikan.

BlackBerry dan iPhone walaupun bermain di posisi berbeda, namun masing masing dari mereka memiliki customer yang “brand oriented” tapi seberapa besar, saya kira tidak sampai dari 10% dari pasar handphone tanah air, sehingga pada satu saat akan mengalami titik jenuh, itu terbukti dengan menurutnya penjualan BB terbaru (Gemini dan Onyx) karena memang pasarnya sudah pada level hampir terpenuhi.

Yang terberat adalah pangsa pasar yang di hadapi oleh kebanyakan handphone seperti Nokia, LG, Samsung, Sony Erricsson dan sejenisnya, karena di posisi atas(High End) walaupun tidak besar akan bersaing dengan BB dan iPhone.  Sementara yang terparah adalah di pasar bawah(Low End) pembeli akan mulai berfikir untuk berganti dengan handphone buatan China, dengan harga yang sama handphone buatan China sudah memiliki fitur yang lebih banyak, dan fitur tersebut sangat di sukai oleh kebanyakan orang,misalnya fitur TV Tunner.

Hal ini mirip yang terjadi ketika persaingan sistem operasi Apple  Machintos dan Microsoft Windows, walaupun orang lebih yakin dengan kemampuan Apple, namun karena harganya yang tinggi,orang lebih cenderung memilih windows, dan hal ini yang membuat Mirosoft lebih menguasai pasar software dunia.  Demikian juga dengan handphone, saya kira kita akan lebih banyak menemukan handphone china di pasaran pada tahun tahun kedepan.  Apalagi mulai tahun 2010 mulai berlaku ACFTA (Asean China Free Trade Area) yang memberlakukan tarif barang masuk sampai 0%.

Hmmm… Trus posisi kita dimana ya… sepertinya, sejauh ini kita hanya bisa sebagai penonton saja…

Categories: Mobiler, Technology Tags:

BlackBerry Apakah Bisa Disadap?

January 4th, 2010 harta No comments

Sebenernya tulisan ini mau di buat pada saat heboh hebohnya masalah cicak dan buaya, namun engga sempet, baru sempet sekarang… :-)  Tapi gpp deh dari pada engga sama sekali…

Tulisan ini terinspirasi oleh penyataan salah satu petinggi polri di Metro TV (saya lupa tanggalnya, pokoknya sekitar hebohnya kasus cicak buaya deh)  dimana dia bilang bahwa BlackBerry(BB) engga bisa di sadap, apa bener demikian?

Kalau kita melihat konsep komunikasi BB, sebenarnya kalo di bilang memang BB menggunakan konsep komunikasi 2 jenis yaitu Ordinary Communication dan  Old but New Concept Communicatioan (istilah saya sendiri neh…)  kenapa di bilang ordinary dan old but new?

Saya sebut ordinary karena BB bisa digunakan seperti kebanyakan handphone, yaitu berkomunikasi dengan suara (voice) dengan menggunakan frekuensi GSM atau CDMA (some of it) sesuai dengan standar masing masing negara dan penyedia jaringan (operator selular).

Namun demikian BB juga menggunakan konsep lain, konsep yang saya kira menggunakan pendekatan berbeda dengan kebanyakan handphone yang bereda dipasaran dimana terminal BB terhubung dalam jaringan komunikasi data, sehingga bisa digunakan untuk browsing, chating,push email dan sejenisnya secara realtime. Inilah konsep yang saya bilang Old But New, dibilang old karena konsep ini sebenernya sudah digunakan oleh komputer yang terhubung dalam jaringan Internet, dibilang New karena hal ini baru pertama kali di implementasikan pada perangkat mobile.

Lalu bagaimana dengan pernyataan bahwa BB tidak bisa di sadap?  Jawabanya bisa Iya bisa juga Tidak.

Bisa Iya jika kita menggunakan BB untuk bertelepon, karena frekuensi yang digunakan GSM maka frekuensi itu bisa di sadap dan di rekam.

Bisa tidak, jika kita menggunakan fitur lain pada BB untuk berkomunikasi, yaitu BlackBerry Messenger (BBM),  karena pada saat kita menggunakan BBM, yang di transmisikan adalah data, dan mungkin data tersebut dalam bentuk terenkripsi, sehingga walaupun bisa di sadap, misalnya di sisi operator, namun akan ada kesulitan tambahan, yaitu data yang lewat tersebut harus di dekripsikan terlebih dahulu, belum lagi harus di ketahui algoritma enkripsinya.

Hal ini berlaku juga untuk software chating lain seperti Yahoo Messenger, Google Talk , MSN dan sebagainya.

Untuk penyadapan komunikasi data, saya kira pihak penyadap bisa bekerjasama dengan si penyedia software chat, misalnya untuk BBM  harus bekerjasama dengan Reseach In Motion (RIM), YM denga Yahoo, GTalk dengan Google, MSN dengan Microsoft dan sebagainya, untuk mendapatkan algoritma encripsi yang digunakan.

Memang agak merepotkan, namun yang disini pentingnya peningkatan kemampuan penyadapan, karena teknologi berkembang terus, jadi antara yang di sadap dan penyadap akan terus belomba mencari jalan yang terbaik?? apa coba… he he he…

Apa yang membuat BlackBerry berbeda?

November 6th, 2009 harta No comments

Banyak orang yang dilanda demam Blackberry (BB) karena kemudahannya dalam akses ke dunia maya, apalagi sekarang BB di Indonesia benar benar dimanjakan oleh operator yang menyediakan berbagai layanan dan paket akses BB.  Selain itu ada kecenderungan Research in Motion (RIM) sebagai vendor BB mulai melakukan penetrasi ke low level market dan CDMA.  Namun beberapa pengamat telekomunikasi memperkirakan hal ini tidak lama.  Hal ini seiring dengan masih terbatasnya pengguna internet di indonesia, dari pengguna hanphone mungkin hanya sekitar 20% yang benar benar menggunakannya sebagai akses internet, sementara sisanya lebih banyak menggunakan untuk SMS dan Voice(suara).

Lalu kemudian muncul pertanyaan, mengapa BB bisa begitu populer?  apa yang membuat fenomena ini terjadi?

Menurut analisa saya, selain sempat di populerkan oleh presiden Obama,  hal ini disebabkan kemunculan BB yang memberikan konsep baru dalam komunikasi, BB menggunakan pendekatan yang berbeda.  Berbeda dengan handphone atau smartphone  yang beredar saat ini, seperti Nokia, Sony, iPhone dan sebagainya.  Untuk mempermudah penyebutan selanjutnya maka saya menggunakan HP sebagai representasi hanphone dan smartphone selain BB.

Jika kita memperhatikan kebanyakan HP,  datang atau berasal dengan menggunakan pendekatan voice, artinya adalah HP yang berada di tujukan untuk berkomunikasi suara.  Yang kemudian untuk sebuah komunikasi makan dibutuhkan HP dan Operator sebagai menyedia jaringan komunikasi.  Walaupun kemudian dengan perkembangan teknologi, jaringan yang disediakan operator sanggung megantarkan data, yaitu GPRS dan HSDPA(3G).

Sementara itu untuk BB,  semenjak kemunculannya menggunakan pendekatan data.  Walaupun tetap memanfaatkan operator sebagai menyedia komunikasi, namun tetap prioritas pada pengiriman data. Dimana saat kemunculannya memang bersamaan dengan perkembangan teknologi informasi,  yaitu segala sesuatu yang berhubungan dengan internet misalnya web browsing,email, chating dan sebagainya.  Jadi konsep BB lebih mirip dengan workstation, atau terminal dalam sebuah jaringan komputer, dengan RIM  sebagai pusatnya.  Lihat artikel saya BlackBerry adalah Workstation?.

Makanya kemudian BB lebih mudah dalam akses internet,  terutama pada push email, messanger, jejaring sosial dan sebagainya.  Dan untuk menjaga Ruhnya ini, BB mensyaratkan adanya koneksi khusus antara BB(perangkat),operator dan RIM.  Dengan adanya koneksi ke RIM ini memungkinkan BB memiliki fasilitas yang berbeda dengan HP lain, yaitu BlackBerry Messenger (BBM).

Dengan terdaftarnya BB di jaringan operator, akan membuat koneksinya lebih stabil.  Inilah yang membuat konfigurasi BB agak sedikit berbeda dengan HP lainnya, dan hal ini pula yang membuat operator(Indonesia) menyediakan berbagai paket layanan BB.

Jika tidak percaya koneksi BB lebih stabil, coba saja akses internet atau chating dengan menggunakan BB dan bandingkan dengan HP dalam posisi bergerak/ berkendaraan tapi saya tidak menyarankan sambil pegang BB/HP sambil nyetir lho… ;-)

Categories: Mobiler Tags: , ,

Auto Retrieval Email pada Nokia E 71

September 6th, 2009 harta No comments

Teknologi Pull Email sudah ada sejak kemunculan Smart Phone, namun yang sekarang lebih populer adalah Push Email.  Seperti pada artikel saya sebelumnya, Push Email akan memberikan notifikasi kepada handphone ketika benar benar ada email, sedangkan Pull Email, handphone akan memeriksa, apakah ada email baru yang masuk ke server.

Perangkat populer yang mendukung Push Email adalah Blackberry(BB), namun selera orang kadang berbeda namun kebutuhan sama.   Seperti saya,  (bukan promosi) lebih suka menggunakan Nokia E71 selain sudah terbiasa dengan menunya, ada fitur pada E71 yang tidak dimiliki oleh BB, misalnya 3G Call.  Namun ada fitur pada BB yang tidak terdapat pada E71, misalnya Push Email tadi.

Setelah otak atik sebentar, ternyata pada E 71, fasilitas emailnya sudah di lengkapi dengan Automatic Retrieval (AR).  Artinya E71 akan memeriksa ke server email, apakah ada email baru atau tidak.

Pengaturan pemeriksaannya cukup lengkap, bisa berdasarkan hari, jam, bahkan interval waktu penarikan emailnya pun bisa di atur.  Jadi, misalnya pada hari Senin sampai Jum’at jam 8 pagi sampe jam 5 sore mobile berada di kantor, maka atur saja AR pada hari Senin sampai Jum’at saat mobiler tidak di kantor, misalnya jam 6 sore sampe jam 7 pagi.

Langkah untuk mengaktifkan AR pada Nokia E71 adalah sebagai berikut

  1. Pilih Menu Messaging
  2. Pilih Option, Setting
  3. Pilih E-mail
  4. Pilih Option, New mailbox, Start  (akan ada notifikasi yang memberi tahu mobile, bahwa pengaktifan email akan memberikan konsekuensi biaya tambahan pulsa untuk penarikan email)
  5. Setelah berhasil terkoneksi dengan Server, mobiler akan mendapatkan pilihan E-mail dan Nokia Email Server
  6. Pilih E-mail
  7. Misalkan account yang akan dimasukan adalah Gmail, mobiler akan diminta untuk memasukan username(lengkap dengan @) dan password email.  Untuk email populer seperti Yahoo atau Gmail, Nokia akan secara otomatis akan memasukan POP3 dan SMTP servernya, sedangkan untuk email kantor harus menanyakan ini kepada pengelola jaringan(administrator) komputer di perusahaan tempat mobiler kerja.
  8. Akan muncul pesan proses Defining e-mail setting, artinya Nokia E 71 mobiler sedang memasangkan beberapa konfigurasi disesuaikan dengan account email yang dimasukan, proses ini akan tergantung dengan jaringan internet dari posisi mobilerberada.
  9. Setelah selesai, akan muncul pesan bahwa email telah di pasang, tekan OK. Secara otomatis akan terdapat mailbox gmail pada menu Messaging.

Pengaturan Account

Pada saat accont sudah selesai mobiler bisa melakukan beberapa pengaturan yang disesuaikan dengan kebutuhan/ mobilitas mobiler.  Ada beberapa jenis pengaturan yang bisa dilakukan, namun sebelumnya mobiler harus memasukan nama dulu, sebagai nama pengirim karena biasanya kolom nama masih kosong.  Caranya adalah sebagai berikut

  1. Pilih account yang baru di buat, misalnya gmail
  2. Pilih option, lalu E-mail Setting
  3. Pada pilihan User Seeting, My Name biasanya masih kosong, isi dengan nama mobiler

Walapun kita perlu email, namun kalau tidak hati hati maka bisa bisa pulsa mobiler bisa cepat terkuras atau bagi yang menggunakan post paid tiba tiba tagihanya melonjak.   Untuk hal ini khusus pelanggan post paid, saya sarankan mobiler untuk ikut paket data yang disediakan oleh operator.  Atau ada juga tips yang mungkin bisa bermanfaat bagi mobiler

Mengubah koneksi ke modus Always Ask

Sebenernya saya tidak merekomendasikan pengubahan ini, karena ini malah akan menjadikan fungsi AR menjadi tidak efektif, karena setiap ada email, E 71 akan menanyakan koneksi mana yang akan digunakan.  Kelebihannya, kalo ada Hot Spot nganggur kita bisa pilih dengan begitu aman deh pulsa kita

Cara mengubah koneksi adalah sebagai berikut

  1. Pilih account email, misalnya gmail tadi
  2. Pilih option, lalu E-mail Setting
  3. Pada pilihan Connection setting, incoming e-mail, ubah Access poin in use (default access point) menjadi always Ask, cara ini juga bisa digunakan untuk mengembalikan koneksi baik ke koneksi operator maupun koneksi Wi Fi (Hot Spot).  Untuk efektivitas AR Saya menyarankan untuk incoming e-mail untuk menggunakan koneksi Operator.
  4. Selain pada incoming mail, mobiler juga harus melakukan yang sama pada outgoing e-mail.  Saya menyarankan untuk outgoing e-mail sebaiknya pilih Always ask.

Mengubah aturan penarikan

Menu ini adalah yang paling menentukan dalam memaksimalkan fungsi AR, seperti kasus di atas, misalnya waktu kerja mobiler ada di kantor jam 08:00 WIB s.d. jam 17:00 WIB dan hari kerja Senin s.d. Jum’at.  Di kantor udah pasti mobiler bisa langsung narik email jadi waktu engga bisa narik email anggap aja jam 6 sore sampe jam 7 pagi dan hari sabtu minggu mobiler tidak mau di ganggu dengan email, trus supaya engga sering sering cek email mobiler pengen cek email setiap 4 jam sekali.  Dengan kasus ini, maka cara konfigurasi ARnya adalah

  1. Pilih account email, misalnya gmail tadi
  2. Pilih option, lalu E-mail Setting
  3. Pilih Retrieval Setting
  4. Untuk E-mail to retrieve isi aja dengan header only, jadi waktu download email engga terlalu berat
  5. Dari menu E-mail Setting pilih Automatic retrieval
  6. Ubah E-mail retrieval dari Disable menjadi Enable, akan muncul pesan bahwa penggunaan AR akan menyebabkan penambahan biaya
  7. Akan muncul menu baru yaitu Retrieval days, Retrieval hours dan Retrieval interval
  8. Berdasarkan kasus di atas, pada Retrieval days uncheck pada Saturday dan Sunday
  9. Pada Retrival hours, User defined, isi From dengan 06:00 PM (untuk mengubah AM/ PM gunakan Space Bar) kemudian To diisi dengan 07:00 AM
  10. Pada Retrival interval pilih Every 4 hours

Selesai. E 71 mobiler udah bisa nerima email dimana saja dan kapan aja secara otomatis.  Engga jauh dari BB… ;-)

Untuk seting yang lain mobiler bisa sesuaikan dengan kebutuhan.

Categories: Mobiler Tags:

Nokia E 71, Mobile Office Phone

August 27th, 2009 harta No comments

Pada tahun ini, berdasarkan poling majalah Selular no 113 Agustus 2009 Nokia E 71 mendapat predikat sebagai best Mobile Office Phone dan Best Phone of The Year.

Saya kira wajar jika sebagian besar pengguna handphone indonesia(berdasarkan hasil poling tersebut) menganggap Nokia E 71 (E 71) sebagai yang terbaik tahun ini.  Setidaknya ada 5 alasan yang bisa dijadikan acuan sebagai dasar penentuannya, yaitu

  1. Email with Auto Retrieve, E 71 sudah dilengkapi kemudahan untuk memasang berbagai email populer seperti Yahoo, Gmail, Windows Live dan termasuk email perusahaan.  Bahkan kita juga bisa memasang email lain yang penting selama kita tahu POP3 dan SMTP servernya.  Untuk email populer di sertakan wizard atau panduan pemasangan email, jadi kita hanya memasukan bagian penting dari email seperti username dan password.  Fasilitas Auto Retrieve memudahkan kita untuk menerima email setiap saat, dimana waktu penerimaan bisa di atur sesuai dengan kebutuhan.  Fasilitas ini menyamai push email yang dimiliki Black Berry.
  2. Quick Office Application,  Walaupun tidak selengkap Aplikasi office yang terdapat di komputer, namun Quick Office dapat mengakomodasi kebutuhan user ketika ingin membuka terutama dalam membuka attachment email.   Kadang kita harus membuka email penting ketika di jalan dimana email tersebut disertai dengan atachment berupa dokumen surat atau spreadsheet yang perlu diketahui secepatnya.  Dengan Quich Office pada E 71, membuka atatchment bisa dengan mudah dilakukan.
  3. Easy Internet Connection,  Untuk menjadikan handphone sebagai modem, seringkali kita di repotkan dengan mencari driver dan aplikasi yang bisa mendukung handphone tersebut.  Tidak demikian dengan E71, jika mobiler ingin menggunakan E 71 sebagai modem, caranya sangat mudah.  Tinggal hubungkan E 71 dengan Laptop/ Komputer dengan menggunakan kabel USB yang sudah disertakan dalam paketnya.  Ketika di colokan dengan USB otomatis E 71 akan mendeteksinya dan memberikan beberapa pilihan jenis koneksi.   Pilih Connect PC to Web, maka secara otomatis E 71 akan menginstalkan aplikasi yang bisa digunakan setiap saat untuk terhubung dengan internet.  Terus terang saya baru memanfaatkan fungsi ini di lungkungan system operasi Windows (XP & Vista) namun saya belum tahu apakah hasilnya akan sama baiknya jika menggunakan sistem operasi lain misalnya di Tiger atau  Leopard Machintos.
  4. Querty Pad, Walaupun beberapa orang menyebutkan bahwa keypadnya terlalu kecil, namun lebarnya cukup ideal terutama bagi mobiler yang membawa kendaraan sendiri.  Berbeda dengan seri di bawahnya, misalnya E 61i yang lebih lebar dan cenderung sulit jika menggunakan hanya satu tangan
  5. GPS, kemudahan lain adalah adanya GPS yang dilengkapi Nokia Map yang bisa menunjukan keberadaan kita.  Jika ingin memaksimalkan fitur GPS sebaiknya menginstall peta dari 3rd party misalnya Gadmei yang mendiakan peta jawa cukup lengkap.

Dengan demikian, saya kira E 71 pantas menjadi salah satu handphone yang sangat direkomendasikan bagi mobiler di tahun ini.

Nokia Booklet 3G

August 25th, 2009 harta No comments

Memang kedepan, era Network komputing akan mewarnai perkembangan teknologi informasi di dunia.  Keinginan manusia untuk selalu terhubung ke dunia maya bisa terjawab dengan NetTop.   Memang banyak handheld/ smarphone yang menyediakan fitur yang sama, namun bagi beberapa orang terbatasnya layar smartphone membuat lebih nyaman jika menggunakan NetTop.

Sepertinya trend NetTop ini membuat Nokia ikut mengeluarkan produk sejenis yang sudah di lengkapi berbagai fitur wireless.  Produk itu bernama Nokia Booklet 3G. Dengan layar 10 inci dan tebal (terlipat) 2 cm Nokia Booklet 3G rencananya akan dilengkapi dengan Windows 7.  Walaupun demikian, banyak pengamat yang mengatakan penggunaan Windows Seven tidaklah strategis, dengan banyaknya vendor yang bermain di NetTop seharusnya Nokia menggunakan OS lain, misalnya Android dari Google.

Terlepas dari beberapa komentar tersebut, Nokia Booklet 3G dilengkapi pula dengan slot GSM yang memungkinkan Hot Swap, yaitu penggantian SIMCard GSM ketika sedang aktif.  Hal ini yang belum didapati pada seri handphone Nokia.

Fitur lain adalah GPS yang dilengkapi dengan peta dari OVI, koneksi WiFi dan Bluethooth dan kemampuan battery sampai dengan 12 Jam.

Nokia Booklet 3g akan diperkenalkan secara resmi pada ajang Nokia World 2009, pada tanggal 2 September.

Soo… Kita lihat saja nanti respon pasar Indonesia yang katanya pasar terbesar Nokia Communicator di seluruh dunia…

Categories: Mobiler Tags: ,

Blackberry adalah workstation?

June 23rd, 2009 harta No comments

Indonesia ini memang negara yang luar biasa… Di satu sisi para calon pemimpin negeri ini berbicara masalah kemiskinan dan hutang luar negeri, namun di sisi lain barang barang mewah seperti mobil, rumah apalagi gadget tidaklah sulit untuk ditemukan di sini.  Yang pasti saat ini saya tidak akan berbicara masalah politik, tapi saya akan membahas sebuah gadget yang menjadi Rising Star, sebuah fenomena yang luar biasa, tidak hanya di Indonesia namun di hampir seluruh dunia, dia adalah BlackBerry.

Tidak kurang presiden Amerika terpilih Barack Obama sempat kecewa ketika Secret Service melarang dia menggunakan Blackberry, yang akhirnya boleh juga dengan batasan batasan tertentu.

Blackberry dibuat dan dikembangkan Riset in Motion(RIM) Canada, memiliki konsep yang berbeda dari kebanyakan smartphone yang beredar saat ini.  Blackberry lebih cederung bekerja sebagai terminal/ workstation.

Analoginya adalah, pada perusahaan tempat anda bekerja pastinya ada sebuah server, dimana PC(personal computer) yang anda gunakan terhubung ke server tersebut melalui kabel jaringan.  Jadi anda bisa berkomunikasi berkirim data/ email ke PC yang digunakan teman anda.  Walaupun teman tersebut ada di samping anda, jika anda mengirimkan file kepadanya, data tersbut tidak langsung ke PC teman anda, tapi melalui sebuah proses PC Anda - Server  - PC Teman Anda.

Begitu juga Blackberry, RIM disini berfungsi sebagai server, dan operator seperti Telkomsel, Indosat atau XL adalah sebagai penghubung ke server (RIM), dengan demkian maka dimungkinkan adanya layanan Push Email, Blackberry Messanger dan aplikasi lainnya.

Operator lebih berperan sebagai penyedia koneksi Virtual Private Network(VPN) daripada perannya sebagai penyedia jaringan komunikasi antara Blackberry dengan servernya.

Jika anda mengunjungi website dengan Blackberry akan terasa cepat, jika website yang dikunjungi adalah website Luar Negeri, namun jika anda mengakses website lokal, pasti akan cenderung lebih lambat…

Mengapa demikian?  Misalnya anda berada di Indonesia, dan ingin mengunjungi website lokal dengan Blackberry.  Yang dilakukan Blackberry adalah, melakukan request ke Server RIM, dari server RIM mengambil website yang diminta. setelah di dapat baru di tampilkan ke layar Blackberry anda.  Namun sebenarnya hal ini bisa di atasi, jika Blackberry memiliki server di Indonesia.

Koneksi Internet Dengan Smart Axess-Tel EVDO

June 23rd, 2009 harta No comments

Baik tidaknya koneksi yang disediakan oleh operator tidak bisa ditentukan bahwa modem A dari operator X adalah yang terbaik, hal ini akan sangat ditentukan, apakah di daerah tempat anda menggunakan koneksi internet itu sudah di dukung layanan dengan baik atau tidak.

Berikut hal hal yang bisa diperhitungkan dalam pemilihan modem

1. Lihat Coverage area yang ditawarkan, pastikan daerah tempat anda tinggal, bekerja atau dominan berkunjung masuk kedalam coverage area, jangan lupa, warna coverage area sangat berpengaruh

2. Lihat kecederungan operator, biasanya operator yang perduli kepada pelanggannya akan mempertimbangkan subscriber/ pendaftar koneksi. Operator tidak bisa saja sembarangan tanpa membatasi pendaftar, karena makin banyak yang daftar, tanpa di ikuti dukungan penambahan kapasitas BTS hanya akan merugikan pelanggan lama

Bahkan saya pribadi berkesimpulan, cepat tidaknya akses internet tergantung dari banyak tidaknya subscriber operator yang bersangkutan, makin sedikit biasanya makin cepat.  Makanya jika ada operator menawarkan akses internet baru, pasti koneksinya lebih cepat.  Dan seriring dengan bertambahnya pelanggan biasanya performanya menurun.

Namun jika operator tersebut mengutamakan kualitas seharusnya tidak tergantung pada cepat tidaknya koneksi.  Makanya sebagai customer kita harus lebih sering memberikan “masukan” dalam artian lebih cerewet kepada operator agar selalu menjaga kualitas.

Artikel ini bukan untuk mempromosikan modem Axess-tel SMART, namun lebih kepada bagaimana menggunakan dan menghubungkan komputer/laptop anda dengan internet dengan menggunakan modem Axess-Tel, berdasarkan pengalaman saya pribadi.

EVDO sendiri adalah kependekan dari EVolution Data Only yang jika di kelompok jaringan GSM dikenal dengan generasi ke 3 atau 3G (3,5 G).

Sebagaimana diketahui Smart adalah salah satu operator CDMA di indonesia yang selain menyediakan layanan voice dan sms, juga menyediakan layanan koneksi internet berkecepatan tinggi dengan EVDO, EVDO adalah layanan komunikasi kecepatan tinggi(Rev A), up to 3,1 MBPS untuk download dan 1,8 MBPs untuk upload.

Jaringan EVDO saat ini tersedia untuk wilayah Jabotabek, sedangkan di luar itu akan menggunakan CDMA2000x (GPRS).

Untuk informasi lebih lengkap mengenai paket, harga dan spesifikasi bisa mengunjungi website Smart Telecom Indonesia.  Kelengkapannya cukup baik, driver tersedia untuk sistem Operasi Windows dan Machintos.

Untuk testing apakah sebuah modem, paling mudah adalah dengan mengunjungi website yang menyediakan video streaming, misalnya Youtube, atau website yang menyediakan live tv, misalnya TV One jika koneksinya bagus, maka streamingnya akan berjalan dengan smooth.

Saya sendiri menggunakan EVDO di Bogor untuk streaming media tvone cukup baik tidak terputus, apalagi untuk video dari youtube, namun begitu di tempat kost di daerah kalibata, hasilnya tidak sebagus di Bogor.

Namun jika ingin melakukan test yang lebih serius bisa ke website Speedtest disitu akan di ketahui kualitas koneksi internet di tempat anda berada.

Dengan menggunakan Speedtest.net didapatkan hasil sebagai berikut :

Download 1,36 MBPS, Upload 0.41 MBPS atau setara jika anda mendownload file lagu yang berukuran 5 MB bisa dilakukan dalam wakup 30 detik atau video klip sebesar 35 MB akan didownload dalam waktu 4 menit

Dengan hasil tersebut sangatlah menyenangkan untuk browsing menggunakan Axess-tel.

Mengenai installasi dan konfigurasi modemi Axess-tel bisa mengunjungi website Smart Telecom Indonesia.


Categories: Mobiler Tags: , ,

Creating Simple Java Remote Method Invocation(RMI) Application

June 15th, 2009 harta 2 comments
Sometimes we need a mechanism to separate or distribute our application, in order to access the network. There are several ways to do so, can the Web Service, or can also use the technology called RMI (Remote Methode Invocation).

RMI allows Java applications to make the distribution, where Java applications can be created in the separate machine or in a different host. In accordance with Invoc name, then the module in the call will be active only when in call. Or similar to the SMS delivery, if the service receive SMS from the sender, it will be directly send to the recipient.

RMI implementation of this very large, eg one example, a company or organization has several branches which can not always online, but would like to make an application in which the branch can always ter update, and without the need to provide information to users in the branch.
Scenario with the RMI is to make on the standby server, which is always, and on the side with the client in the set period of time to update to the server.

I created this application using the netbeans version 6.5
Structure of RMISederhanaServer (server side)
-business
-RMIBusiness.java
-interfc
-RMIInterface.java
-server
-AppServer.java

RMIBusiness.java

package business;
import interfc.RMIInterface;
import java.rmi.RemoteException;
import java.rmi.server.UnicastRemoteObject;

/**
*
* @author harta
*/
public class RMIBusiness extends UnicastRemoteObject implements RMIInterface {
public RMIBusiness() throws RemoteException {
super();
}
public String PesanServer(String nama) throws RemoteException {
String pesanBalik=”Apa kabar “+nama;
return pesanBalik;
}
}
RMIInterface.java

package interfc;
import java.rmi.Remote;
import java.rmi.RemoteException;

/**
*
* @author harta
*/
public interface RMIInterface extends Remote{
public String PesanServer(String nama) throws RemoteException;
}
AppServer.java

package server;
import business.RMIBusiness;
import java.rmi.RemoteException;
import java.rmi.registry.LocateRegistry;
import java.rmi.registry.Registry;
import java.util.logging.Level;
import java.util.logging.Logger;
/**
*
* @author harta
*/
public class AppServer {
public static void main(String[] a){
try {
System.out.println(”Server Berjalan “);
Registry registry = LocateRegistry.createRegistry(1099);
registry.rebind(”rmitrans”, new RMIBusiness());
} catch (RemoteException ex) {
Logger.getLogger(AppServer.class.getName()).log(Level.SEVERE, null, ex);
}
}
}

Structure of RMISederhanaClient (client side)
-client
-AppClient.java
-interfc
-RMIInterface.java

AppClient.java

package client;
import interfc.RMIInterface;
import java.rmi.AccessException;
import java.rmi.NotBoundException;
import java.rmi.RemoteException;
import java.rmi.registry.LocateRegistry;
import java.rmi.registry.Registry;
import java.util.logging.Level;
import java.util.logging.Logger;
/**
*
* @author harta
*/
public class AppClient {
public static void main(String[] a){
try {
Registry registry = LocateRegistry.getRegistry(”localhost”, 1099);
RMIInterface rmiUpload = (RMIInterface) registry.lookup(”rmitrans”);
System.out.println(rmiUpload.PesanServer(”Raihan”));
} catch (NotBoundException ex) {
Logger.getLogger(AppClient.class.getName()).log(Level.SEVERE, null, ex);
} catch (AccessException ex) {
Logger.getLogger(AppClient.class.getName()).log(Level.SEVERE, null, ex);
} catch (RemoteException ex) {
Logger.getLogger(AppClient.class.getName()).log(Level.SEVERE, null, ex);
}
}
}

RMIInterface the client must be the same as on the server, following the package name
Suppose we create your own object, which object in the RMI connect through the declaration of the object must be Serializable.
For example, if we want to get the goods from the server object code based on the goods. RMI Interface that must be on the change and adjusted,
Remember: If the interface on the server in the change, then the Interface in the client must identify.
Suppose the item of goods that we called BarangTO, then BarangTO must implement Serializable and should be both on the Server and Client side.
RMIInterface.java

package interfc;
import java.rmi.Remote;
import java.rmi.RemoteException;
/**
*
* @author harta
*/
public interface RMIInterface extends Remote{
public String PesanServer(String nama) throws RemoteException;
public BarangTO getBarangByID(String kdBarang) throws RemoteException;
}

BarangTO.java

import java.io.Serializable;
/**
*
* @author harta
*/
public class BarangTO implements Serializable {
private String kdBarang;
private String nmBarang;
private float hrgBarang;
private int jmlBarang;
public int getJmlBarang() {
return jmlBarang;
}
public void setJmlBarang(int jmlBarang) {
this.jmlBarang = jmlBarang;
}
public float getHrgBarang() {
return hrgBarang;
}
public void setHrgBarang(float hrgBarang) {
this.hrgBarang = hrgBarang;
}
public String getKdBarang() {
return kdBarang;
}
public void setKdBarang(String kdBarang) {
this.kdBarang = kdBarang;
}
public String getNmBarang() {
return nmBarang;
}
public void setNmBarang(String nmBarang) {
this.nmBarang = nmBarang;
}
}
Categories: Java Programming Tags: