Sampai hari ini saya mengamati perkembangan komunikasi, ada pemikiran yang cukup menggelitik yang membuat saya ingin menuangkan dalam tulisan ini. Hal ini berawal dari sebuah pertanyaan “Bagaimana peta selular saat ini?”
Untuk menjawabnya mari kita elaborasi…
Saya melihat, persaingan industri selular bermuara pada pekembangan teknologi informasi dalam hal munculnya berbagai jejaring sosial, seperti facebook, twitter dan sebagainya. Fenomena ini kemudian bergeser pada penggunaan handphone, sebagai perangkat selular, tidak hanya sebagai alat komunikasi suara dan teks, namun juga merambah kepada data. Hal ini tidak jauh berbeda ketika pada awal kemunculan handphone, walaupun memiliki suara, namun orang lebih senang menggunakan Short Message Service (SMS) ketimbang berbicara langsung. Dengan SMS mungkin orang akan merasa lebih nyaman dalam menyampaikan maksudnya, dan yang pasti juga akan lebih murah.
Kondisi ini tentu saja mengguntungkan BlackBerry (BB) yang memang sejak awal digunakan sebagai perangkat komunikasi data (Baca Apa yang membuat BlackBerry berbeda). Dan fenomena ini juga yang membuat munculnya handphone buatan China yang mendompleng kesuksesan BlackBerry. Lalu bagaimana dengan merek lain? Seperti Nokia yang pada tahun 2008 menguasai 60% pasar selular Indonesia? Belum lagi iPhone, Sony, LG, Samsung dan sebagainya.
Yang menarik disini, menurut saya, dengan pendekatan BB yang berbeda, maka sesungguhnya berkaitan dengan selular dengan kemampuan akses ke internet, BB tidaklah bersaing dengan produk lain. Dengan demikian, bisa dikategorikan persaingan selular di Indonesia adalah sebagai berikut
- BlackBerry
- Common Phone (Nokia, Sony, iPhone dan Sebagainya)
- China Phone (Nexian, iThouch dan sejenisnya)
Mengapa iPhone tidak digabungkan dalam segmen BlackBerry? Memang fitur yang ada iPhone dengan segala kekurangan, memang menghadirkan teknology yang berbeda dengan yang di usung oleh Nokia, LG, Samsung, bahkan O2 dan Palm. Namun sebenarnya, untuk pasaran Indonesia konsep koneksi data yang digunakan sama saja. Tidak ada kekhususan dalam penggunaan jaringan data antara perangkat dengan operator.
Mungkin jika di ibaratkan, anda dari Bogor akan Ke Jakarta menggunakan kendaraan Cina, Nokia, iPhone dan BB, kesemua kendaraan tersebut melewati jalan TOL Jagorawi, nah jika jalannya kosong maka waktu sampai akan tergantung dari fitur masing masing kendaraan yang digunakan. Namun ketika sampai pintu TOL taman mini macet, yang membedakan adalah BB akan di kawal oleh kepolisian, sehingga bisa di artikan dengan BB akan keterjaminan kualitas koneksi jaringan.
Makanya untuk BB, operator akan menyediakan paket koneksi sesuai dengan kebutuhan misalnya hanya chating saja, hanya email saja, atau semuanya. Dan hal ini juga yang membuat BB bisa menyediakan fitur yang di sebut dengan Push Email dan Blackberry Messanger(BBM).
Seperti saya uraikan di atas dengan kecenderungan orang lebih senang berkomunikasi melalui tulisan (chat) maka, kedepan akan makin banyak keluar produk produk baik selular maupun Gadget serupa yang akan di dukung dengan koneksi internet mobile. Akan makin banyak perangkat yang sudah di dukung dengan slot GSM atau CDMA, yang akan digunakan untuk koneksi internet baik dengan HSDPA(3G) maupun EVDO.
Dengan mengamati posisi seperti ini, akan lebih mudah bagi kita dalam memilih, perangkat selular mana yang dibutuhkan?
1. Jika anda ingin selalu mendapat kemudahan dalam Email dan Chat, dengan keterjaminan koneksi yang memadai, jawabanya sudah jelas anda bisa memilih BlackBerry
2. Jika anda mementingkan kualitas namun tidak perlu Email dan Chat sebagai Urgensi anda bisa memilih Nokia, iPhone, LG, Samsung, SonyErricsson dan sejenisnya
3. Jika anda ingin mengutamakan Gaya dan bisa mendapat fitur email dan chat dengan harga terjangkau, anda bisa memilih handphone buatan China
Lalu bagaimana dengan peta persaingannya?
Dengan kondisi saat ini, jika anda seorang pedagang, akan lebih menguntungkan menjual selular buatan China, kenapa? karena harganya sangat terjangkau, produksinya masal, yang akan mengakibatkan kemudahan dalam mendapatkan aksesoris maupun suku cadang jika terjadi kerusakan. Namun dengan harga terjangkau, kecenderungan orang akan lebih memilih untuk mengganti handphonenya dengan yang baru daripada di lakukan perbaikan.
BlackBerry dan iPhone walaupun bermain di posisi berbeda, namun masing masing dari mereka memiliki customer yang “brand oriented” tapi seberapa besar, saya kira tidak sampai dari 10% dari pasar handphone tanah air, sehingga pada satu saat akan mengalami titik jenuh, itu terbukti dengan menurutnya penjualan BB terbaru (Gemini dan Onyx) karena memang pasarnya sudah pada level hampir terpenuhi.
Yang terberat adalah pangsa pasar yang di hadapi oleh kebanyakan handphone seperti Nokia, LG, Samsung, Sony Erricsson dan sejenisnya, karena di posisi atas(High End) walaupun tidak besar akan bersaing dengan BB dan iPhone. Sementara yang terparah adalah di pasar bawah(Low End) pembeli akan mulai berfikir untuk berganti dengan handphone buatan China, dengan harga yang sama handphone buatan China sudah memiliki fitur yang lebih banyak, dan fitur tersebut sangat di sukai oleh kebanyakan orang,misalnya fitur TV Tunner.
Hal ini mirip yang terjadi ketika persaingan sistem operasi Apple Machintos dan Microsoft Windows, walaupun orang lebih yakin dengan kemampuan Apple, namun karena harganya yang tinggi,orang lebih cenderung memilih windows, dan hal ini yang membuat Mirosoft lebih menguasai pasar software dunia. Demikian juga dengan handphone, saya kira kita akan lebih banyak menemukan handphone china di pasaran pada tahun tahun kedepan. Apalagi mulai tahun 2010 mulai berlaku ACFTA (Asean China Free Trade Area) yang memberlakukan tarif barang masuk sampai 0%.
Hmmm… Trus posisi kita dimana ya… sepertinya, sejauh ini kita hanya bisa sebagai penonton saja…